Langsung ke konten utama

Sintaks (langkah-langkah) Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw

Pada pembelajaran abad 21 proses belajar bukan lagi hanya berfokus pada guru tetapi pada siswa yang dikenal dengan istilah Student Center Learning bukan lagi Teacher Center Learning yang merupakan cara tradisional. Salah satu metode yang banyak diterapkan saat ini adalah dengan menggunakan cara belajar model Jigsaw. Teknik mengajar Jigsaw pertama kali dikembangkan oleh Elliot Aronson pada tahun 1971 sebagai model pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning). Teknik ini dapat digunakan dalam pengajaran membaca, menulis, berbicara dan mendengarkan. Dalam teknik ini guru memperhatikan latar belakang pengalaman siswa dan membantu siswa mengaktifkan pengalaman mereka agar bahan pelajaran menjadi lebih bermakna. Selain itu, siswa bekerjasama dengan sesama siswa dalam suasana gotong royong dan mempunyai kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Tipe Jigwaw ini mengharuskan siswa yang memiliki tanggung jawab lebih besar dalam pelaksanaan pembelajaran dan bukan gurunya. Menurut Lie (1993) Jigsaw adalah suatu bentuk pembelajaran kooperatif yang diterapkan dengan membentuk peserta didik dalam kelompok kecil, yang biasanya terdiri atas empat atau enam siswa yang dibuat secara heterogen. Adapun Sintaks (langkah-langkah) dari model pembelajaran kooperatif Jigsaw yaitu:
            
1)    Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
Ø  Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar.

2)   Menyajikan informasi
Ø  Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.

3)   Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar
Ø  Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.

4)   Membimbing kelompok bekerja dan belajar
Ø  Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka.

5)   Evaluasi
Ø  Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.

6)    Memberikan penghargaan
Ø  Guru mencari cara untuk menghargai, baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok. 

Untuk melihat bagaimana proses pembelajaran Jigsaw dikelas, silahkan klik Link dibawah ini.

Komentar

Popular Posts

ONE DAY ONE JUZ - Kholas; Tasmi'; Tarjim

One Day One Juz (Satu Hari Satu Juz) atau kalau disingkat menjadi ODOJ merupakan sebuah komunitas atau wadah bagi para pecinta Qur’an yang memiliki target bacaan (tilawah) satu hari sebanyak 1 juz atau sekitar 10 lembar halaman kita bisa membaca dalam satu hari. Tujuan ODOJ sendiri adalah untuk tetap menjaga keistiqomahan/ ketetapan hati kita dalam membaca Alqur’an. Maka dari itu bergabung di ODOJ adalah pilihan yang tepat buat kita yang ingin tetap bisa menjaga bacaan Qur’an meskipun di padati dengan berbagai macam aktifitas atau pekerjaan yang sifatnya duniawi.  Menjadi ODOJER (sebutan untuk orang yang sudah bergabung di ODOJ) insyaa Allah tidak akan lagi malas baca Qur’an karena di komunitas ini kita akan saling mengingatkan apalagi ada admin ODOJ yang selalu mantau bacaan Qur’an kita, sehingga meskipun di awal bergabung kita akan merasa seperti berat atau pemaksaan, sebenarnya ini adalah awal yang baik yang kelak akan menjadi kebiasaan, dan dijamin akan merasa menyesal d...

REVIEW BUKU "INSPIRASI TANPA MENGGURUI"

Judul Buku : INSPIRASI TANPA MENGGURUI Penulis : Cahyo Satria Wijaya Cetakan Pertama : Juni 2015 Jumlah Halaman : 415 Penerbit : Shira Media ISBN : 978-602-1142-40-0 Profil Penulis: Penulis bernama Cahyo Satria Wijaya, kelahiran Jawa Tengah tahun 1984. Diusia yang masih terbilang muda penulis telah berhasil memimpin 4 perusahaan dengan omset milyaran rupiah. Bagi penulis, inspirasi merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk bisa menjadi lebih kreatif dan inovatif serta membangkitkan semangat sehingga dapat menjadi manusia yang lebih baik.  Review: ' Buku Hitam Yang Mencerahkan ' sepotong kalimat yang sengaja dibuat pada cover buku jelas bahwa buku ini bertujuan untuk mengatasi berbagai macam problematika yang terjadi dalam hidup kita. Berisikan tentang kisah-kisah inspiratif dan masuk akal dalam buku ini, memperlihatkan bahwa penulis ingin memberikan motivasi dan semangat hidup untuk bisa kreatif dan inovatif dalam menjalani hidup tanpa harus memiliki kesa...

MACAM-MACAM TEORI BELAJAR

    Guru perlu mempelajari teori belajar dalam pembelajaran, karena untuk menjadi guru diperlukan pemahaman yang mendalam terkait bagaimana hakikat anak terutama bagaimana anak belajar.  Masing-masing teori belajar tersebut memiliki sudut pandang yang khas dalam menjelaskan pengertian dan hakikat belajar, akan tetapi semuanya saling melengkapi dan memiliki dampak pedagogis yang relatif sama. Banyak teori belajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran dan setiap teori belajar memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing.       Beberapa teori belajar juga dapat digunakan dalam pembelajaran secara bersamaan atau saling melengkapi dan para guru yang akan mengajar dapat menggunakan dengan tepat keunggulan setiap teori tersebut sesuai dengan keadaan dari peserta didiknya. Selain memahami sebuah teori, seorang guru juga harus mampu menerapkan teori-teori belajar tersebut agar bisa mengembangkannya menjadi model-model pembelajaran.  Dengan beg...